Pelatihan Keterampilan Masyarakat Perempuan Digelar di Kalurahan Girikarto

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul menggelar Pelatihan Keterampilan Masyarakat Perempuan pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Balai Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Kegiatan ini diikuti oleh 25 perempuan anggota masyarakat setempat dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat desa.

Acara dibuka oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan, Ibu Murniasih, S.IP, yang didampingi oleh Lurah Kalurahan Girikarto serta menghadirkan narasumber Ibu Bertha. Dalam sambutannya, Lurah Girikarto menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan dorongan nyata bagi kemajuan desa, terutama dalam rangka memenuhi persyaratan menuju Desa Prima. Ia berharap arahan dari narasumber dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan Dinsos PPPA menjelaskan peran Dinas dalam mendukung masyarakat, termasuk melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang menangani berbagai kasus kekerasan serta membentuk satgas pencegahan di tingkat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa Kalurahan memiliki peluang untuk mengajukan diri sebagai Desa Prima secara mandiri ke DP3AP2 dengan dukungan alat, dana hibah, maupun dana simpan pinjam. Pertemuan rutin akan terus dilakukan untuk memastikan kesinambungan program.

Narasumber, Ibu Bertha, dalam paparannya menjelaskan secara mendalam mengenai konsep Desa Prima, yaitu desa berbasis pemberdayaan perempuan dengan tujuan ekspor. Seluruh anggota kelompok Desa Prima adalah perempuan yang dilatih dalam kewirausahaan, pengarusutamaan gender, dan penguatan keluarga. Ia memberikan contoh nyata dari berbagai pengalaman di desa lain, seperti Putat dan Girisekar, yang telah memiliki produk unggulan seperti kripik dan bolu kelapa.

Ibu Bertha juga menekankan pentingnya manajemen usaha yang baik, termasuk pengelolaan piutang, pengemasan produk, dan strategi pasar. Ia mengingatkan peserta agar tidak melupakan ilmu yang didapat setelah pelatihan selesai, serta menyesuaikan ukuran dan kualitas produk agar sesuai ekspektasi konsumen. Produk-produk seperti bolu kelapa bahkan bisa bertahan hingga dua bulan, memungkinkan untuk dipasarkan ke luar kota.

Selain pelatihan keterampilan, acara juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan anak. Disampaikan pula kekhawatiran atas tingginya angka kekerasan seksual di Gunungkidul yang dipicu oleh keterbukaan terhadap dunia maya dan tingginya paparan anak terhadap gadget.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan hasil pelatihan ini dapat mendorong para perempuan di Girikarto untuk lebih berdaya, mandiri, dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

Previous Dinsos Gunungkidul Laksanakan Monitoring Program USEP KM di Delapan Kapanewon

Leave Your Comment

Skip to content